Agar kenangan Bangkok selalu abadi, gw memutuskan untuk menuliskan kisah perjalanan ini dengan detail sedetail-detailnya.
Bismillahirrahmanirrahim..
Hari -2
Lokasi : Jakarta
Udah semepet ini, semuanya msh blom jelas. Surat Perjalanan Dinas blom turun(bahasa kasarnya, uang saku lom keluar-red), tiket msh pending, hotel blom dipesen, dan yang paling parahnya... blom daftar seminarnya!! Oh God.. birokrasi oh birokrasi.. pengennya semua teratur, yang ada semua jd mahal, krn last minute.
Hari -1
Lokasi : Jakarta
Akhirnya gw berinisiatif ngebantu SDM(modus biar ga gagal. Kikikikkk). Urusan daftar seminar, gw yang urus, booking hotel gw lakuin via online. SDM tinggal ngurus SPJ (sekali lg uang sakuuuu-red) sama tiket. Di last minute, pendaftaran akhirnya beres. Bener2 laast minute. Ibarat pintu gerbang sekolah, lg ditutup ama penjaga, gw berlari menerobos ala2 mission impossible.
Sore harinya SPJ diapprove, dan amplop lsg dikasih (yippieee). Tiket jg lsg dikasih dalam amplopnya. Legaaaa…
Hari : 0
Lokasi Jakarta - Bangkok
Berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, dengan sedikit insiden di gerbang pemeriksaan terakhir. Hehehe. Tibalah saatnya boarding.
Ok, here is the Punch button.. Gw mash trauma dengan penerbangan.. Yepp.. I am.. Dulunya gw malah sangat merindukan masa2 naik pesawat. Layaknya orang udik dari daerah (true true..), gambaran mengangkasa dengan moncong lonjong dan bersayap seems so exorbitant.. Itu dulu.. Sampe penerbangan terakhir gw, mengalami.. turbulence.. Pernah merasakan di lift ketika turun, badan jd agak ringan (karena efek gravitasi). Sekarang bayangkan itu terjadi di atas pesawat, tapi instead of down with steady paced, ini malah gerak jatuh bebas ke bawah. Susah bagi gw mendeskripsikan perasaannya. Mungkin yang paling mirip rasanya adalah wahana Hysteria, yang kita ditarik ke atas, trus dihempasin ke bawah dengan sangat cepat. Namun bedanya, itu kan terencana. Kita tau bahwa hal itu akan terjadi. Dan kita percaya itu cuman buat fun aja.
Lah ini.. Padahal cuaca saat itu masih baik-baik aja.. Tidak ada lampu indikator menyala untuk fasten seatbelt. Yang jelas semua yang di pesawat langsung berucap Allahu Akbar.. Sedang gw berucap Astaghfirullah sendiri.
Ada kali 5 detik pesawat jatuh bebas, sampai stabil lagi.. Untungnya tidak ada hal-hal yang gw takutkan terjadi. Tiga jam di udara berjalan lancar.
Kali ini gw udah berada di Bandara Suvarnabumi Bangkok.
YIPPIEE !!!
Bandaranya keren sih menurut gw. Dengan pipa2 besar untuk menyangga langit-langit. Terlihat modern and clean aja. Udah gitu bandaranya besar dan lapang.
Layaknya bandara Internasional, sangat ramai orang lalu lalang dengan bergegas. Gw yang niatnya liburan (tentunya sambil bekerja. xixixi..). First of all, sebagai penanda bahwa gw sudah pernah menginjakkan kaki di bandara ini, seperti yang selalu gw lakukan di setiap bandara lain yg gw singgahi.. Gw kencingilah itu bandara.. (tentunya di toiletnyaa). Aaahh.. rasanya legaaa, mengencingi negeri orang. Kwkwkwkk.. At least bandara ini udah kena tanda gw.
Setelah ngambil bagasi (yang tempatnya di lantai ground). Oya, tempat bagasinya sangat besaaaar. Dengna conveyor belt yang besaaar dan jumlahnya banyaakk. Maklumlaah selama ini cuman liat conveyor ecek2 macam bandara domestik. Gw pun menuju basement untuk naik Bangkok Airport Rail Link Trainnya. Gw memutuskan naik train agar merasakan semua pengalaman yang jarang gw rasain di Indonesia. Klo naik taxi mah jadi ga spesial (bukan karena peditt yaa.. Walaupun beda harganya bisa 8 kali lipat. Hihihii..). Sebagai perbandingan aja yaah. Gw beli yang commuter trip, harganya THB 45 (45x300 = 13.500 rupiah) dengan 8 kali stop. Sedangkan klo pake taxi itu sekitar THB 400 (400x300 = 120 ribu) itu pun di luar airport surcharge for taxi dan tol.
Airport Link berhenti di stasiun terakhir, Phuyat Thai. Dari sini gw musti ganti ke BTS SkyTrain (Bangkok Mass Train System) yang jalur Sukhumvit. Trus nyampe stasiun Siam (which is pertemuan jalur Sukhumvit dan jalur Silom), gw ganti lagi ke kereta jalur Silom. Akhirnya tibalah gw di stasiun Saphan Taksin, which is di sebelah hotel Shangri-La.
FYI, sistem tata transportasi di Bangkok lumayan rapi. Jalan-jalan utamanya tidaklah sebesar Jakarta. But thanks to public transportation yang nyaman. Jadinya ada pilihan klo ga mau terjebak macet (di sana juga macet sih pada jam2 tertentu. Tapi at least ada pilihan klo pengen ngindarin macet)
Mereka punya :
1. Kereta melayang (Sky Train). Ada dua trayek. Trayek Sukhumvit, yang membentang dari utara ke selatan. Trayek Silom, membentang dari barat ke utara. Ketemunya nanti di stasiun Siam.
2. Kereta bawah tanah (MRT). Trayeknya kyk setengah lingkaran, dari kiri bawah, trus melingkari ke atas, menuju kiri atas. Kyk huruf C kebalik.
3. Bus Rapit Transit (BRT) . Yang ini gw ga pernah naik. Stupid mee..
4. Kereta bandara (Airport Rail Link). Membentang dari pusat kota, ke arah timur, sampe bandara Suvarnabumi
5. Ferry boat. Membentang sepanjang sungai Chao Praya. Stasiun besarnya adalah Sathorn Pier, which is berada di sebelah stasiun Saphan Taksin. Yippiee… Ada boat untuk menyeberang sungai, ada yang melaju ke sepanjang sungainya.
6. Bus kota. Yang ini gw pernah ngasal naik. pengen ngerasain. Asli murah bangett. THB5 alias 1.500. Tapi karena bahasa di busnya cacing semua. Jadinya biasanya yang naik native people ajah.
7. Taxi. Standarlah taxinya. Lumayan murah juga ongkosnya. Sebagai perbandingan. Dari Silom stasiun ke hotel gw, klo pake BTS harganya THB 25. Klo naxi, THB 50. Jadi klo berdua atau lebih, mending naik taxi kyknya. Tapi itu kondisinya lancar dan pake meteran yaah.
8. Tuk-tuk. Bajaj lah klo di Indonesia. Tapi lebih nyaman dan lebih dihargai. Mahaaalll, ga worth ittt.. Gw naik sekali dan kapokk.. Mosok THB 200 untuk jarak yang ga terlalu jauh. RAMPOKK!!
Hotelnya amat sangat nyaman (ya iyalaah, awas aja dengan harga segitu ga nyaman). Gw dapet kamar yang menghadap ke sungai Chao Praya. Jadi setiap malam, gordennya gw buka lebar-lebar sehingga tidurnya bisa sambil memandangi sungai. Coo cuiittt…
Ahh.. Tidur dulu yahh..
To be continued..