Siapa yang tidak pernah berurusan dengan kartu kredit. Hampir di setiap mall bertebaran agen-agennya yang siap menawarkan (memaksa, merayu, mengiming2i) untuk membuka kartu kredit baru.
Secara umum saya mempunyai dua pengalaman buruk dengan kartu kredit.
Yang pertama terjadi sekitar 5 tahun yang lalu. Waktu itu karena tertarik dengan promo diskon makanannya, saya tertarik untuk membuka Kartu kredit X. Setelah berjalan dua tahun, saya berniat menutup kartu tersebut, karena sudah jarang bertransaksi menggunakan kartu kredit, sedangkan annual fee nya jalan terus.
Daan, seperti yang sudah ditebak.. Saya dilempar-lempar. Awalnya menelpon ke nomor Call Center yang tertera di belakang kartu. Dijamu Mbak-mbak sangat ramah.. To the point saya langsung utarakan untuk menutup kartu. Langsung dioper ke bagian penutupan. You know what, di bagian itu lamaaa ga ada yang angkat. Saya telpon lagi, kali ini ada yang angkat, namun disampaikan klo untuk menutup kartu harus mengirimkan email resmi.
Saya turuti permintaannya. Namun apa yang terjadi?? Email saya tidak dibalas-balas. Trus saya telpon lagi ke Call Centernya. Katanya email saya ga nyampe. Kembali dioper ke bagian penutupan untuk ketiga kalinya. Disini saya sampaikan klo udah email, trus kata mereka saat itu system untuk Closing kartu sedang dalam maintenance, saya diminta menghubungi lagi dalam 5 hari kerja. Disini emosi saya sudah memuncak. Saya langsung berteriak, MBAK, SAYA GA PEDULI MAU SYSTEMNYA DOWN MAU BANKNYA TUTUP!! SAYA CUMAN PENGEN TUTUP KARTU INI KARENA SUDAH GA BUTUH. SAYA GA AKAN BAYAR SEPESERPUN BIAYA TAHUNANNYA KLO SAMPE GA DITUTUP-TUTUP JUGA!!
Abis itu ya udah, kartu tersebut saya anggap sudah ditutup, walaupun kenyataan sebenarnya saya tidak tahu apakah ditutup atau tidak.
MORAL OF THE STORY :
1. Kartu kredit hanya bisa dibuka, tapi tidak bisa ditutup.
2. Pembukaan kartu kredit sangat gampang dan menyenangkan. Murah senyum, tertawa palsu
3. Jika anda berkeras untuk menutup kartu kredit, sudah disiapkan mekanisme berlapis, melelahkan, rumit, dan bertele-tele. Mbak-mbak ramah welas asih sudah menjelma menjadi monster robot
Pengalaman kedua terjadi baru tadi malam. Saya berbuka di sebuah restoran yang menawarkan diskon makanan (againn makanan. Hahaha..) untuk pemegang kartu Y. Kebetulan saya punya kartu kredit Y tersebut. Singkat kata tibalah saat pembayaran. Digesek sekali, ga bisa, dua kali, sampai EMPAT kali failed.. Saya panik, loohh2 kenapa ini. Saya langsung menelpon bagian Otorisasi Kartu kredit Y. Disampaikan bahwa saya pernah melakukan transaksi online di apple store, which is I affirmed. Naah, ternyata karena saya melakukan pembelian online pertama, bagian otorisasi menelpon saya untuk melakukan konfirmasi apakah itu benar transaksi dari saya. Namun ternyata no. HP saya tidak bisa dihubungi. Disini memang letak kesalahan saya, karena 6 bulan yang lalu saya sudah mengganti no. HP dengan yang baru. Namun saya tidak tahu klo data tersebut harus diupdate ke pihak Bank. Pihak otorisasi menyampaikan bahwa saya harus menghubungi Call Center Bank untuk membuka blokir dan melakukan perubahan data.
Ok, berikutnya saya menghubungi Call Center Bank Y, setelah pencocokan data, saya sampaikan maksud saya untuk membuka blokir sekaligus mengupdate data no HP dengan yang baru. Petugasnya melayani dengan sangat ramah dan santun. Namun… Perubahan itu memakan waktu 7-14 hari kerja. Trus saya sampaikan bahwa tidak mungkin saya menunggu pembukaan blokir selama itu, karena saya harus melakukan transaksi kartu kredit dalam beberapa hari ke depan. Solusi lain, kata dia adalah dengan mengaktifkan HP saya yang lama saja. WHAT??!! Bagaimana caranya coba, nomor tersebut sudah mati, karena terlalu lama. Terus.. tiba-tiba dia mengajukan suatu saran. Atau ga gini aja Mas.. Mas kan karyawan Bank Y, coba mas langsung aja ke sana.. Saya bilang bahwa saya pengen jalur normal saja. Kembali dia menyampaikan klo jalur normal memang seperti ini.. Akhirnya teleponnya saya tutup.. Besoknya, iseng-iseng saya chatting ama teman saya bagian otorisasi. Saya ceritakan problem saya secara runtut. Pinginnya saya pengen dapet alur benernya itu seperti apa sih.. Trus apa bener 7-14 hari kerja untuk perubahan data.. Belum selesai saya cerita, dia tanya.. Nmr kartu sama no HP nya berapa? Saya kasih, sambil terus melanjutkan cerita.. Ga sampe 10 detik, dia bales. DONE, blokir sudah dibuka, nmr HP udh diupdate! Saya hanya melongo.. THAT FAST !!! THAT FU**ING FAST??!! Karena ga tau apa yg mau diomongin, saya cmn bilang makasih banyak aja.. Hahaha…
MORAL OF THE STORY :
1. Jalur khusus itu ada
Well, that's my experience handling with Credit Card. What's yours?
It is indonesia,bro. Dari ngurus anak skolah,ngurus birokrasi,smpai menjadi tahanan pun ada jalur khusus. Yg penting koneksi,kekuasaan dan uang. org susah yg tak punya itu semua yg bakal menjadi korban prosedur. Hati dan pikiran yang bersih tidak akan cukup untuk hidup tenang di Indonesia. Miris kan?
ReplyDeleteYa Allah.. Ribet banget...
ReplyDeleteBigini deh kalo hukum perlindungan konsumen gak jalan.